Skip to content

Kolaborasi PKM Dosen MPAD SPs dan PKM Nasional UT: Digitalisasi Pembelajaran PAUD dan Pembangunan Desa Waru yang Berkelanjutan

Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD), Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka (SPs UT) menjalin kolaborasi strategis dengan Tim PKM Nasional Pascasarjana UT dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan secara terpadu di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Kolaborasi ini merupakan sinergi dua jenis PKM—yakni PKM Dosen MPAD SPs yang fokus pada peningkatan kapasitas guru PAUD, serta PKM Nasional yang berorientasi pada penguatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa. Melalui pendekatan kolaboratif ini, kedua tim berupaya mewujudkan transformasi pendidikan anak usia dini berbasis digital, sejalan dengan visi pembangunan desa berkelanjutan.

Kegiatan utama dari PKM Dosen MPAD SPs diwujudkan dalam bentuk workshop bertema “Transformasi Kompetensi Pedagogik Guru dalam Digitalisasi Pembelajaran Anak Usia Dini untuk Mendukung Desa Waru yang Berkelanjutan” yang digelar pada 23 Juli 2025. Dalam pelatihan ini, para guru PAUD dibekali materi tentang parenting digital, panduan merancang media pembelajaran interaktif, serta simulasi praktik digitalisasi pembelajaran berbasis bermain. Pelatihan ini dipandu oleh dosen dan instruktur berpengalaman dari MPAD UT, dengan pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman. Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAUD agar mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak dan efektif dalam proses belajar-mengajar.

Sebagai bagian dari kontribusi PKM Nasional UT, pada 24 Juli 2025 dilaksanakan peresmian Gapura Desa Waru, yang menjadi simbol semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang inklusif dan berdaya. Acara peresmian ini turut dihadiri oleh 12 tokoh penting dari tingkat desa hingga kecamatan, termasuk Kepala Desa Waru, Ketua BPD, Ketua LPM, Ketua Bumdes, Ketua RT dan RW, serta Camat Parung, Kapolsek, Danramil, Babinsa, dan Babinmas. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program PKM terpadu UT yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi pendidikan dan transformasi digital di desa.